TradingUncategorized

ada EMPAT Level Trader, kamu yang mana?

Tujuan kita buat 4 level trader supaya kita bisa sama – sama tahu dimana kita dan bisa saling berkembang.

LEVEL 1: GROUP SEEKER

Pada level 1 ini, tergolong sebagai trader yang pemula. Di level ini, si trader baru mulai searching – searching tuh grup – grup yang membahas tentang trading.

Biasanya si group seeker ini suka sekali kalau ada yang namanya sinyal gratis, sinyal berbayar. Intinya pola pikirnya masih ngandelin sinyal.

Di level ini juga si group seeker akan ngalamin rasanya untung gede dalam semalam. Tapi tak jarang, ada juga yang mengalami loss besar semalam. Kemudian, dia akan kembali ke kebiasaanya..mencari sinyal lagi dan grup lagi.

Banyak trader yang stuck di level 1 dan tidak naik kelas karena pola pikirnya yang nyari gratisan dan sinyal saja!

Mereka yang biasanya mulai mengikuti group di WA, Telegram ataupun mengikuti instagram page yang ngomongin trading akan gampang terombang ambing. Kalau dia lagi sell, dan trader di instagram atau socmed lain lagi buy, maka dia akan cenderung galau dan berpikir untuk merubah posisi.

Trader di level ini, biasanya agak enggan untuk melakukan cut loss. Gamau rugi. Biasanya pikirnya “ayolah, balik jadi breakeven nanti baru gua keluar” yang biasanya disertai harga makin terperosok.

Di level ini juga banyak trader akan terjebak money game alias yang nawarin keuntunugan secara cepat dan pasti.

LEVEL 2: EDUCATION SEEKER

Level ini setingkat di atas group seeker dan di level ini si trader mulai mau nyari tentang ilmu trading. Kenapa? Karena sebelum – sebelumnya uda kena getahnya.

Di level ini, biasanya si trader akan mulai nyoba – nyoba indikator yang banyak. Terlihat dari chartnya biasanya indikatornya bisa banyak bangeett..

Tapi gapapa, justru di level ini si trader mulai mencari yang mana metode yang cocok untuknya. Sehingga dia mulai coba ini itu agar dia tahu mana yang paling sesuai dengan kepribadiannya.

Banyak trader yang juga stuck di level ini karena tidak menemukan metode yang cocok untuknya. Cocok itu dalam artian dia bisa ngikutin “flow” metodenya dengan baik. Mungkin beberapa kali mengalami kerugian, tapi kalau dia stick pada metodenya, dia akan berhasil.

Oh ya, di level ini akan ada banyak sekali keraguan. Keraguan apakah metodenya benar – benar bekerja. Sejujurnya tidak akan ada satupun metode yang berhasil di setiap kondisi market. Dan setiap trader di level ini harus tahu itu supaya tidak terjebak tuker – tuker metode.

Seringkali ketika mulai mengalami loss beruntun, si education seeker ini akan mulai cari metode lain yang profit. Kemudian dicoba sendiri lalu rugi dan nyari lagi. Seperti itu terus. Metode mereka masih nomaden, alias pindah sana sini dan tidak tetap.

LEVEL 3 : TRUTH SEEKER

Di level ini, si trader sudah banyak mengikuti pelatihan. Uda belajar di workshop, online course dsb. Tapi belum berhasil juga. Database metodenya uda banyak di otak mereka, dan biasa pertanyaan yang muncul itu gini, “bener ga sih trading bisa menghasilkan?”

Hal ini wajar karena sudah nyoba semuanya tapi tidak menghasilkan. Malahan lebih sering lossnya.

Di level ini juga si trader akan cenderung lebih realistis dalam tradingnya. Bahkan cenderung pesimis..

Tapi jika stuck di level ini, si truth seeker akan bingung dan terjebak bahkan bisa jadi quit trading. Kembali ke pekerjaan mereka dan sia – sialah semuanya yang sudah dia kerjakan sejauh ini.

Di level ini juga mereka akan gampang skeptis..mereka mungkin mulai unfollow tuh grup – grup ga jelas..Mereka akan mulai tidak gampang percaya dan mulai tradiing dengan modal yang diatur dengan baik.

Memang, mereka masih akan mengalami kegagalan dan sakit hati…

Tapi, jika terus mencoba dan tidak menyerah, si truth seeker akan masuk ke level keempat..

LEVEL 4: AHA MOMENT!

Level 4 adalah level yang peaceful..

Kenapa? Karena di level ini si trader tidak lagi pusing mengenai metode apa yang mau digunakan karena semua yang dia sudah pelajari secara tidak sadar mulai nyambung semuanya.

Anda bisa perhatikan biasanya di level 4 ini, chart si trader akan bersih, paling satu atau dua indikator saja. Si trader tidak lagi takut cut loss, tapi cutloss sudah jadi makanan sehari – harinya. Udah biasa, begitu juga take profit.

Di level ini, si trader akan mulai mengerti tidak ada indikator ataupun metode sempurna. Dia bisa menerima segala ketidaksempurnaan sebuah indikator. Dan tetap akan dia gunakan karena toh dia tidak trading dengan uang dapurnya..

Di level ini juga si trader tidak akan tergoda untuk segala jenis money game yang menawarkan keuntungan secara cepat. Karena sebelum-sebelumnya dia sudah tahu gimana kondisi yang sesungguhnya.

Di level ini biasanya dia tidak akan ambil pusing jika ada orang lain yang mengambil posisi berlawanan dengannya.

Nah, pahami dulu yuk, kalian yang ingin atau saat ini sudah jadi seorang trader, ada di posisi berapa? Comment ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *