Trading

Berapa modal awal untuk mulai trading dan investasi saham?

Anda pasti sudah sering mendengar istilah trading dan investasi, bukan? Semenjak 12 November 2015, Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan kampanye Yuk Nabung Saham ditambah lot minimal untuk transaksi diperkecil dari awalnya 500 lembar menjadi 100 lembar. Hal ini membuat investasi saham menjadi sesuatu yang terjangkau hampir ke semua kalangan. Bahkan beberapa saham sudah dapat dibeli dengan hanya Rp 100.000 saja.

Tapi benarkah modal yang kita butuhkan hanya Rp 100.000?

Bisakah kita membeli saham yang bagus dengan hanya Rp 100.000?

Bisakah kita menghasilkan keuntungan yang signifikan dengan hanya Rp 100.000?

New Era of Investors

Sejak dikampanyekannya Yuk Nabung Saham, hal ini mengakibatkan membeli saham menjadi sesuatu yang mudah dan terjangkau. By the way satuan pembelian saham adalah lot ya (1 lot = 100 lembar). Dulu, untuk hanya membeli 1 lot saham, itu nilainya 500 lembar. Jadi jika dulu Anda ingin beli saham seperti Astra International, Tbk. Yang harganya sekitar 70.000 saat itu, maka Anda perlu mengeluarkan uang Rp 35 juta untuk hanya 1 lot saja.

Sekarang setelah adanya stocks split (pemecahan harga saham) ASII (Astra International) menjadi hanya 6775 (per tanggal 5 Sept 2018). Jadi Anda hanya perlu uang Rp 677.500 untuk membeli 1 lot saham ASII.

Wow! Jauh lebih terjangkau! Itu artinya dengan uang Rp 677.500 Anda sudah bisa menjadi salah satu pemilik saham ASII ini dan bisa datang ke RUPS nya loh! 😀

Ok. Investasi saham sekarang menjadi terjangkau, efek sampingnya adalah bercampurnya semua orang di dalam satu kolam bernama Bursa Efek Indonesia. Bercampur antara siapa? Investor retail dan juga institusi-institusi yang memiliki dana raksasa yang merupakan “pemain lama”.

Maka dari itu, Anda membutuhkan persiapan.

Persiapan apa yang saya maksud? Persiapan untuk belajar market kita secara menyeluruh. Di bursa terdapat 590 saham lebih, tidak semuanya layak untuk Anda beli. Salah-salah beli maka portfolio Anda menjadi korban.

Ciri-ciri saham yang layak Anda beli

Lantas apa saja tuh ciri-ciri saham yang layak Anda beli? Apakah dengan uang Rp 100.000 tersebut kita sudah bisa beli saham yang berkualitas?

Dengan uang Rp 100.000 , maka saham yang bisa Anda beli adalah saham dengan harga <1000. Nah saham-saham yang biasanya di bawah Rp 1000 ini BIASANYA adalah saham-saham yang berkapitalisasi kecil.

Apa itu kapitalisasi?

Kapitalisasi = Harga saham x jumlah saham beredar

Artinya, semakin kecil kapitalisasi, maka semakin kecil juga size saham tersebut. Efeknya adalah saham-saham tersebut menjadi ringan gerakannya, gampang naik dan juga turun.

Dengan demikian, saham-saham tersebut menjadi volatile. Volatile artinya memiliki gerakan yang liar. Jika risk profile Anda cocok untuk saham-saham ini, maka tidak apa-apa. Anda yang mungkin tidak memiliki risk profile yang seperti di atas, maka Anda akan kaget dan merasa bahwa semua saham itu demikian. Efeknya, Anda bisa jadi trauma.

Tapi itu tidak akan terjadi pada Anda karena Anda sudah membaca artikel ini.

Saya lebih memilih saham-saham di atas harga Rp 1000, kalau bisa di angka 2000an. Karena (sekali lagi) saham-saham yang bagus, layak, dan aman untuk dibeli biasanya akan bertengger di atas harga 2000an. Jarang sekali saham-saham blue chip dibiarkan hingga dibawah harga 1000.

Ibaratnya seperti ketika Anda membeli suatu barang, ada yang murah dan ada yang agak mahal. Bukankah lebih baik jika kita bayar sedikit lebih mahal tapi bagus dibandingkan jika membeli barang murah tapi akhirnya rusak?

Di saham juga berlaku demikian…

Jangan membeli saham yang terlalu “murah” karena bisa jadi “murahan”. Kenapa tidak kita menabung sedikit untuk kemudian membeli perusahaan yang jauh lebih kuat dan bagus dibandingkan langsung membeli saham yang murah?

Saham-saham apa sajakah itu yang bisa Anda perhatikan? Dibawah adalah tabel 20 saham terbesar di Indonesia. Kalau Anda perhatikan, hampir tidak ada saham yang harganya 1000an disini kecuali saham KLBF (Kalbe Farma, Tbk.)

harga per 28 Agustus 2018

Anda bisa perhatikan pada kolom price kemudian dikalikan 100 (1 lot = 100 lembar saham) sehingga itulah yang menjadi patokan Anda untuk membeli saham-saham yang berkualitas di Indonesia. Meskipun di antara 20 ini juga Anda musti memilih lagi, tapi setidaknya ini bisa menjadi patokan Anda untuk mengetahui modal minimal untuk membeli saham yang Anda mau.

Misalkan saja Anda ingin membeli saham BBCA (Bank Central Asia, Tbk.) di harga 25025, maka Anda membutuhkan uang Rp 2.502.500 untuk membeli 1 lot nya. Jika Anda merasa BBCA ini kurang terjangkau, Anda bisa pilih rekannya yang lain seperti misalnya BBRI, BBNI, BMRI.

Jadi itu dulu ya untuk sharing kali ini, sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya 😀

Let the Profits be with You!

Felix – Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *