TradingWork

Cerita Dimas

Alkisah ada seorang anak muda bernama Dimas.

Usia Dimas tahun ini memasuki 25 tahun dan di usia – usia segini, kalau pulang ketemu keluarga pasti nanya nya,

“kamu kerja apa?” atau

“gandengannya mana nih? atau

“kapan nikah?”

Yah pertanyaan – pertanyaan klasik yang bikin orang seperti Dimas yang jomblo ini risih.

Tapi meskipun begitu, Dimas adalah seorang anak muda yang giat bekerja.

Tinggal di Ibukota Jakarta yang katanya lebih kejam dari ibu tiri, gajinya pas – pasan aja.

Dimas sangat cerdas dalam mengelola keuangannya, tidak seperti teman – temannya yang lain yang memiliki gaji 10 koma. Iya, tanggal 10 uda koma..hehehe

Setiap kali Dimas mendapatkan gaji, Dimas akan langsung sisihkan untuk ditabung, amal, dan belajar. Dimas mempersiapkan amplop – amplop untuk masing – masing keperluannya.

Ada amplop untuk uang belajar

Ada amplop untuk investasi

Ada amplop untuk keperluan sehari – hari

Dan lain – lain

Dimas tidaklah hedon seperti anak Jakarta seumurannya.

Yang mulai ngambil KPR rumah, nyicil mobil ataupun membeli barang – barang yang belum diperlukannya.

Dimas lebih memilih untuk ditabung, siapa tahu bisa beli cash.

Dimas juga senang belajar. Di akhir pekan biasanya Dimas akan habiskan waktunya untuk ikut training, seminar ataupun workshop perihal keuangan dan investasi

Sehingga semakin banyak edukasi yang dia dapat maka semakin pintarlah dia.

Tahun lalu, Dimas memberanikan diri untuk menginvestasikan uangnya di pasar saham.

Alhasil, karena sudah belajar dengan benar Dimas tahu kapan saatnya yang tepat untuk membeli saham.

Dimas tidak hanya mencari saham yang murah saja, tapi juga mencari saham mana yang memiliki potensi untuk naik. Karena tidak semua saham murah itu bisa naik.

Setahun berlalu, dengan portfolio yang terkonsentrasi, investasi saham Dimas berbuah 30% tahun ini. Luar biasa!

Dimas membiarkan portfolionya dan menginvestasikan dividen kembali dan tidak mengambil keuntungannya.

Setiap bulan, Dimas terus menerus melakukan hal itu sehingga perlahan – lahan portfolionya mulai besar dan besar.

Tapi tidak berhenti hanya sampai disana, Dimas juga mulai melirik pasar yang potensial yang lain.

Dengar – dengar dari komunitas yang dia ikuti selama ini, banyak yang mulai melirik peluang trading forex.

Karena trading forex cash flow nya bisa lebih baik untuk portfolio dan dalam segi bisnis lebih hemat karena tidak banyak cost (dibandingkan memulai bisnis).

Dimas pun mencoba peruntungan dengan trading forex. Dimas ingat kata – kata ketika belajar forex, “hanya trading forex dengan uang yang siap hilang”. Dimas pun lakukan itu, diikuti step by stepnya.

Ya, memang sesekali Dimas loss dan margin call, tapi itu tidak apa karena memang sudah disiapkan. Dimas lebih memilih untuk belajar lebih giat daripada bersungut – sungut dan marah.

Dimas pun coba terus, karena dia tahu bahwa tidak mungkin baru coba sekali dua kali langsung berhasil.

Maka dia deposit lagi, dengan uang yang dia siap hilang. Dimas tahu, sebelum – sebelumnya dia mulai serakah.

Kali ini, dia coba lebih disiplin. Tidak tergiur dengan keuntungan yang cepat.

Buku demi buku Dimas baca dan course demi course Dimas lahap. Ada uang lebih dia pakai untuk belajar. Ada THR dia pakai untuk belajar. Begitu terus.

Fokusnya adalah menambah wawasan dan pengalaman. Masalah profit itu belakangan, karena nanti akan ngikut.

Dimas pun akhirnya berhasil mengembangkan portfolionya dan bisa melakukan withdrawal pertama dalam tradingnya. Hasil keuntungannya pun diinvestasikan ulang ke pasar saham.

Ternyata kesuksesannya yang pertama kali menjadi trigger untuk kesuksesan – kesuksesan Dimas berikutnya.

Sekarang, Dimas sudah mampu bebas secara finansial di usia muda.

Kisah Dimas ini memang merupakan sebuah kisah fiktif. Tapi meskipun begitu, kita bisa mengambil banyak pelajaran.

Mungkin awalnya kondisi kita seperti Dimas, gaji pas-pasan, tapi jangan jadikan itu sebagai penghalang kita untuk terus belajar dan berkembang.

Mungkin awalnya kondisi kita seperti Dimas, ketika sudah umur segitu dan sering ditekan oleh keluarga ataupun lingkungan.

Meskipun begitu, tetaplah fokus pada hal yang penting dan menghasilkan daripada hanya kesenangan sementara.

Apapun kondisi Anda sekarang, jangan menyerah ya, suatu hari nanti pasti semuanya akan worth it.

Tidak gampang, tapi bukan berarti mustahil. Bisa dipelajari, makanya kita hadir.

So, jangan gampang menyerah, tetap usaha terus sampai berhasil. Karena kita hanya gagal ketika kita berhenti mencoba.

Tag temen kamu di kolom comment jika cerita ini bermanfaat untuk kamu ya.

One thought on “Cerita Dimas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *