TradingWork

Create your own balance sheet!

Salah satu hal yang wajib banget diperhatiin kalau kita mau jadi trader, investor maupun pengusaha adalah menguasai setidaknya membaca laporan keuangan. Dengan mengetahui laporan keuangan, kita bisa mengerti bagaimana perkembangan bisnis kita maupun keuangan kita sendiri.

Supaya kita lebih paham mengenai laporan keuangan perusahaan, ada baiknya kita juga lihat laporan keuangan kita sendiri loh.

Tapi kadang ada yang merasa mengumbarkan laporan keuangan pribadi ke publik itu tidak elok. Maka dari itu, coba Anda buat laporan keuangan Anda sendiri sesuai dengan petunjuk dan contoh di artikel ini.

Jadi laporan keuangan ada 5, tapi kita buat 3 aja deh biar simple. Yaitu Balance Sheet (Neraca), Income Statement (Laba Rugi), Cash Flow Statement (Arus Kas). Yang sisa duanya lagi tidak kita bahas karena itu lebih untuk perusahaan.

Semuanya memiliki hubungan dan saling terkait. Untuk artikel ini, kita mulai dari balance sheet terlebih dahulu ya..

Di dalam balance sheet itu ada 3 komponen utama yaitu Asset, Liabilities, Equity.

Asset = Liability + Equity

Kalau dalam laporan keuangan pribadi, equity itu bisa juga adalah net worth atau kekayaan bersih seseorang. Kalau misalnya Anda lihat Warren Buffett net worth nya $83 miliar, itu artinya setelah kita mengurangi Asset dan Liabilities, masih tersisa $83 miliar. Itu lah yang disebut dengan kekayaan bersih.

Sekarang perhatikan gambar di bawah

Budi Balance Sheet

Coba deh Anda perhatikan, kenapa sih Budi punya duit cash dari saham dan semua asetnya yang likuit, tapi kok dia ga beli mobilnya secara cash aja?

Kalo mobilnya pake kredit kan kena bunga?

Yah benar, ada yang namanya opportunity cost ketika kita membeli sesuatu secara cash keras. Yaitu kita kehilangan kesempatan untuk investasi.

Bayangin deh, bunga memiliki kendaraan bermotor itu lebih kurang 11 – 12%/tahun

IHSG naiknya secara rata – rata itu 14%/tahun.

Artinya kalau Budi punya cash, kenapa enggak duitnya dipake buat investasi plus beli mobil sekalian? Tapi beli mobilnya cash. Toh pertumbuhan portfolio Budi bisa untuk menutupi cicilan mobilnya..

Itupun kalau IHSG nya bertumbuh 14% tahun itu, kalau Budi ngerti memilih saham mana yang pertumbuhannya melebihi IHSG, maka Budi bisa dapet diatas itu. Dengan begitu, Budi untung dua kali, mobil dapet dan investasi juga dapet.

Jadi, kita gunakan balance sheet bukan hanya untuk tahu kondisi keuangan kita juga. Tapi bisa gunakan balance sheet untuk memiliki keputusan investasi keuangan kita sendiri. Hal kayak gini, tidak diajarin dibuku loh !

Jadi, mulai bikin balance sheet sendiri yukkk..

Let the Profits be with You
Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *