Trading

How Forex Market Works

(cuma sharing, no jualan)

Seringkali kita mendengar bahwa perdagangan forex adalah perdagangan mata uang. Well itu benar sih, tapi kalau misalnya waktu Anda trading menggunakan MT4 atau melalui platform itu biasanya bukan merupakan perdagangan mata uang.

Jadi perdagangan apa?

Itu yang kita sebut dengan istilah Over the Counter market atau istilah simplenya adalah transaksi dua pihak. Kalau dalam transaksi real, perdagangan forex itu melibatkan mata uang yang bersangkutan. Lot transaksi akan mempengaruhi volume transaksi, kan?

Tapi kalau Anda perhatikan ketika Anda trading menggunakan MT4, maka Anda mau entry berapapun bisa aja dan tidak merubah harga di market (karena supply dan demand tidak terpengaruh oleh transaksi Anda). Kalau dalam transaksi saham, Anda bisa lihat bid offer nya kan? Berapa lot yang ready di market, itu kelihatan semua transaksinya. Tapi tidak dengan forex.

Kok bisa demikian?

Karena order yang kita masukkan itu tidak masuk ke market real. Jadi mau Anda klik 1 juta lot pun itu tidak akan mempengaruhi.


Kalau tidak masuk ke market, jadi masuk ke mana?

Masuknya ke liquidity provider namanya. Tugas liquidity provider ini adalah menampung order – order Anda.

Kalau Anda perhatikan, enak sekali ya kita begitu klik buy bisa langsung done. Sedangkan kalau di saham kita perlu menunggu ada yang mau jual baru posisi beli kita bisa dapet. Itu dikarenakan adanya liquidity provider yang dibalik itu menampung semua order Anda. Jadi kalau Anda buy, dia akan sell. Kalau Anda sell dia yang buy. Namanya juga liquidity provider/penyedia likuiditas

Jadi kira – kira begitulah skema perdagangan forex. Jadi sebenarnya bukan hanya forex saja, kita bisa masukkan hal – hal lain seperti bitcoin lah, saham amerika lah, harga apapun itu bisa. 

Karena tidak diperlukannya perpindahan barang secara riil. Yang penting ada liquidity provider dan kita sebagai trader sudah bisa berlaku skema ini.

Banyak instansi – instansi yang berperan sebagai liquidity provider loh misalnya Saxo Bank, Citigroup, JP Morgan, dsb.

Agar skema ini bisa berjalan dengan baik, diperlukanlah sebuah broker yang bertugas untuk mencari nasabah dan menghubungkan nasabah tersebut ke liquidity provider. Yang bahaya adalah kalau misalkan broker tadi juga bertindak sebagai liquidity provider. Karena akan terjadi conflict of interest yang bisa merugikan trader tadi.

Sekian sharing hari ini semoga bermanfaat 🙂

Let the Profits be with You!
Trading Academy iD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *