Trading

INVESTASI UNTUNG = MODAL HARUS GEDE?

Seringkali kita mendengar bahwa, jika kita ingin berinvestasi kita dituntut untuk mempunyai modal yang besar terlebih dahulu, atau banyak juga yang mengatakan jikalau modal kita kecil, berinvestasi di stocks (saham) itu cuannya kecil, itupun kalau profit. Banyak sekali terdengar mitos seperti itu, baik di kalangan orang tua maupun di kalangan anak muda, bukan?

Lalu dikarenakan mitos tersebut, bisa diakui Indonesia termasuk negara dengan jumlah investor yang sangat sedikit, yakni berkisaran 0,5% dari jumlah penduduknya yang di mana berarti hanya ada kurang lebih 1,2 juta investor dari total 240 juta penduduk Indonesia.

Nah, lalu pada kenyataannya, benarkah mitos “Berinvestasi Cuma Bisa Menguntungkan Kalau Sudah Punya Banyak Modal” tersebut? Bisakah dengan uang kecil kita bisa memperolah untung yang lumayan besar?

Pada kenyataannya, jika kita ingin melakukan kegiatan “investasi” yang di mana berarti kita menanamkan sejumlah uang ke perusahaan yang kita inginkan dengan imbalan kita mendapatkan sahamnya perusahaan tersebut, hanya akan ada 2 cara saja untuk kita mendapatkan keuntungan dari saham yang telah kita peroleh, yaitu:

  1. Dividen yang berarti kita akan mendapatkan bagian dari keuntungan yang diperoleh perusahaan
  2. Capital Gain yang bisa kita dapatkan dari hasil menjual saham yang telah kita beli, selisih dari harga beli dan harga jual akan menjadi profit kita atau bisa juga menjadi kerugian kita jika kita menjualnya di bawah harga beli kita. Jika Dividen, itu akan menjadi kesepakatan dari perusahaan untuk memberikan berapa % dari keuntungan dan apakah dibagikannya sekali dalam 6 bulan, sekali dalam 1 tahun dan sebagainya. Capital gain keuntungan dan kerugiannya bisa dihitung menggunakan persentase (%).

Jadi jikalau seperti itu, mari kita asumsikan Mr. A membuka akun saham di brokerage S dengan deposit sebesar IDR 10 juta di tahun 2017. Lalu Mr. A membeli saham CPIN (Chaeron Pockphand Indonesia) dengan harga IDR 2,700 per lembar sahamnya dengan seluruh modalnya, yaitu IDR 10 juta. Sampai pada tahun 2018 Mr. A masih belum menjual sahamnya dan ternyata saham CPIN naik dalam 1 tahun itu menjadi IDR 4,700 per lembar sahamnya. Berarti kenaikan yang didapatkan oleh Mr. A dari membeli saham tersebut berkisar di 74%-75%, dan jika dikalikan ke modalnya Mr. A IDR 10,000,000 x 75% = IDR 7,500,000. Dalam 1 tahun, dengan keuntungan yang didapat jika dijualnya saham CPIN yang dimiliki, modal Mr. A hanya bertambah menjadi IDR 17,500,000. Sedikit bukan? Bayangkan jika Anda mempunya modal IDR 1 Milyar misalkan, dan mendapat profit dalam setahun 75%. Tentunya akan sangat berbeda hasil yang didapat jika dibandingkan modal IDR 10 juta dengan IDR 1 Milyar.Pentingnya Menabung Saham Dari Usia Muda

Mungkin dengan membaca artikel ini akan semakin membuat Anda semakin memantapkan diri untuk tidak terjun ke dunia investasi, apalagi saham. Tapi ketahuilah bahwa, untuk berinvestasi sebaiknya kita melakukan hal yang bahkan sering digadang – gadangkan oleh Bursa Efek Indonesia itu sendiri, yakni “Menabung Saham”. Akan sangat berbeda hasil yang kita dapat jika kita;

  1. Membeli saham perusahaan A dan membiarkannya dengan,
  2. Menabung Saham. Contoh yang pertama sudah dijelaskan di atas, dan bagaimana maksudnya dengan contoh Menabung Saham?

Mr. A membeli perusahaan CPIN dengan modal IDR 10 juta pada bulan Agustus tahun 2017, lalu setiap bulannya Mr. A rutin membeli saham CPIN IDR 2 juta sampai dengan bulan Agustus tahun 2018 (selama 1 tahun). Itulah yang dimaksud dengan “Menabung Saham”. Sederhana dan tentunya bisa dilakukan oleh semua orang, dan hasilnya akan lebih terlihat dibandingkan hanya membeli sahamnya sekali saja. Itulah kenyataannya dan terlebih lagi dari pengalaman saya, justru cara – cara yang sederhana inilah yang sebetulnya mampu memberikan kita keuntungan yang lebih, dibandingkan dengan cara yang saya pernah pelajari menggunakan indicator lebih dari 5 macam dan sebagainya. Prinsipnya, berinvestasi ini sudah dianggap “ribet” oleh kebanyakan orang, jadi kenapa kita harus menggunakan metode yang bisa menambah “ribet” itu?

Nah, mungkin setelah membaca artikel ini Anda sudah mulai berpikir bahwa memulai investasi di dunia saham itu mudah dan simple. Tapi ketahuilah, contoh di atas yang saya berikan CPIN itu adalah salah 1 dari 590 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang memang dari tahun 2017 Agustus sampai hari ini sudah naik 75%, tapi bagaimana memilih perusahaan agar bisa profitable ke depannya dan bukan malah merugi? Hal tersebut tidaklah semudah yang mungkin terpikirkan oleh Anda. Edukasi tentang berinvestasi sangatlah diperlukan untuk bekal Anda terjun ke dunia financial market. Di Trading Academy, Anda akan belajar step by step cara agar bisa trading dan berinvestasi yang benar sehingga Anda tidak terjebak dengan iming-iming cuan yang sangat besar. Sehingga Anda memiliki ekspektasi yang realistis.

“Let the Profits be With You”

Kim – Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *