TradingWork

Pentingnya Portfolio Rebalancing

Bro, pernah denger “portfolio rebalancing” ga?

Kalau Lo ngikutin market biasanya Lo bakal sering denger asset management gede melakukan portfolio rebalancing. Nah, mumpung masih vibes – vibes new year nih mari kita ngobrolin soal pentingnya portfolio rebalancing ini.

Apalagi ketika Anda sudah invest dengan dana yang lumayan gede maka portfolio rebalancing ini akan menjadi sangat amat penting buat Lo perhatikan dan wajib Lo lakuin berkala.

Jadi apa sih sebenarnya portfolio rebalancing ini?


Portfolio rebalancing adalah kita melakukan penyusunan ulang portfolio ke struktur awalnya.

Supaya Lo dapet gambaran betapa pentingnya portfolio rebalancing, kita lihat aja deh hasilnya gimana kalau kita tidak melakukan portfolio rebalancing.

Begini contohnya, katakanlah Lo punya duit Rp 100.000.000 nih dan Lo rencana mau bagi menjadi 2 jenis asset secara 50:50

Katakanlah dalam tahun pertama Aset A naik 100% maka 50jt Lo jadi 100jt. Aset B turun 50% maka 50jt Lo jadi 25jt. Di akhir tahun pertama total aset Lo adalah Rp 125.000.000

Lalu di tahun kedua, Aset A lo turun 50%, jadi dari 100jt jadi 50jt lagi. Aset B naik 100%, dari 25jt jadi 50jt. Total di akhir tahun kedua total aset Lo adalah tetap jadi Rp 100.000.000.

Bagaimana jika, di awal tahun kedua, Lo balikin porsinya jadi 50:50 lagi.

Casenya sama, Aset A naik 100% dan Aset B turun 50%, kan total aset Lo adalah Rp 125jt kan, Lo bagi lagi 50:50 kembaliin. Jadi Aset A jadi Rp62.5jt dan aset B 62.5 jt juga.

Casenya sama lagi di tahun kedua Aset A turun 50% dan Aset B naik 100%, Lo akan dapet Aset A jadi Rp 31,25 jt dan B jadi Rp 125 jt.

Sekarang total aset Lo adalah Rp 156.25 jt. Beda 56.25% kalo Lo ga lakuin rebalancing! Ini signifikan banget kan!


Supaya lebih mudah Lo pahamin, Lo perhatiin grafik ini ya


Nah, kalau di artikel kemarin soal All-Weather Portfolio Lo kan uda dapet tuh berapa persen susunan porto nya. Masih inget kan?

Misalnya kita mulai dengan total dana Rp 250.000.000

40% LT-Bonds (Rp 100.000.000)
30% Equity (Rp 75.000.000)
15% Bonds (Rp 37.500.000)
15% Gold (Rp 37.500.000)

Nah setelah setahun, kan tentu porsinya berubah kan. LT-Bonds dapet fixed income 10% misalnya, lalu saham kita naik 35% setahun, Bonds kita dapet fixed income juga naik 6%, lalu harga emas ternyata stagnan cuma naik 2%..Maka susunannya akan seperti ini

LT-Bonds (Rp 110.000.000)
Equity (Rp 101.250.000)
Bonds ( Rp 39.750.000)
Gold (Rp 38.250.000)

Total aset = Rp 289.250.000

Nah, kan porsinya uda ga sesuai tuh seperti yang awal kita tentukan maka kita harus rebalancing kembali LT-Bonds harus 40%, Equity harus 30%, dst..Maka akan menjadi begini:

LT – Bonds (Rp 115.700.000)
Equity (Rp 86.775.000)
Bonds (Rp 43.387.500)
Gold (Rp 43.387.500)

Lalu, berapa kali kita harus melakukan rebalancing?

Setahun sekali saja cukup sih sebenarnya. Jangan terlalu sering juga. Lo bisa lakuin di awal tahun, atau di awal tahun, bebas. 

Rebalancing portfolio mungkin terlihat sepele, tapi efeknya gede banget bos! Apalagi kalau Lo mengerjakan portfolio yang sizenya lumayan..

Kalau selama ini Lo ketika hold saham, atau emas atau apapun deh dan Lo punya pikiran, “tahun depan gimana ya?” maka dengan melakukan rebalancing ini bisa bantu Lo lebih mantap dalam mengontrol portfolio Lo.

Karena, sejatinya tidak ada manusia yang bisa tebak dengan tepat tahun depan bakal terjadi apa. Jadi, tugas kita sebagai investor adalah prepare portfolio kita dengan baik.

Caranya prepare adalah dengan punya (1) Alokasi portfolio yang benar dan (2) rebalancing berkala.

We hope this helps!

Let the profits be with You!
Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *