Trading

Support Resistance dan cara menggunakannya dalam trading

Support Resistance adalah 2 hal yang pasti diketahui oleh semua trader professional. Dengan mengetahui support resistance, Anda akan tahu apakah harga akan lanjut atau malah berbalik arah. Anda akan bisa menempatkan posisi beli atau jual dengan sederhana. Anda juga bisa menentukan level stop loss dan profit taking dengan jelas.

Mau tahu caranya? Simak sampai selesai ya..

Anda bisa bayangkan support resistance ini seperti atap dan lantai, serta harga adalah sebuah bola.

Nah, Anda bisa bayangkan. Ketika bola bergerak mendekati atap, maka bola tersebut kemungkinan besar akan memantul ke bawah, begitu juga sebaliknya ketika bola mengenai alas maka ada kemungkinan besar akan memantul ke atas.

Kemudian bagaimana caranya kita menentukan level support dan resistance pada sebuah chart?

Caranya sederhana sekali, Anda bisa melihat secara kasat mata di area mana harga cenderung tertahan seperti pada gambar di bawah ini.

Anda bisa perhatikan gambar chart BBCA di atas, bahwa harga cenderung tertahan atap/resistance nya di area 13800an. Dan support/lantai nya berada di level 12700an. Jadi, ketika harga mendekati level tersebut, maka Anda bisa melakukan level pembelian.

Resistance yang ditembus akan menjadi support

Perlu Anda ketahui, bahwa jika resistance tersebut ditembus akan menjadi support. Support yang ditembus akan menjadi resistance.

Pernahkah Anda bermain game “Getting Over It”?? Anda perhatikan game tersebut menggunakan barang diatasnya sebagai cantolan untuk naik keatas. Begitu juga dalam konsep harga bergerak dalam support dan resistance.

Anda bisa perhatikan gambar di bawah untuk lebih jelasnya.

Pada awalnya level 13800-13900an adalah level resistance. Harga cenderung tertahan di level tersebut. Ketika harga mendekati level tersebut, maka harga cenderung memantul kebawah.

Sampai suatu saat, ternyata harga berhasil keluar dari resistancenya. Breakout! Istilahnya seperti itu. Kemudian, harga kembali berbalik turun mendekati level sebelumnya dan ajaibnya harga tertahan di level tersebut!

Kok bisa?

Perlu kita ketahui, bahwa support dan resistance sebenarnya tidak lebih dan tidak kurang adalah area supply and demand.

Maksudnya apa?

Maksudnya adalah jika pada area resistance, itu artinya adalah area dimana banyak investor maupun trader lebih memilih untuk menjual. Ketika mereka melakukan penjualan, order tersebut membuat harga turun kebawah. Semakin besar volume penjualan maka harga akan turun.

Nah ketika harga turun dan mengenai area support, area support adalah area dimana deman mulai masuk dan investor dan traer memilih untuk membeli, mungkin karena alasannya harga tersebut sudah dianggap murah dan worth it sehingga mereka memutuskan untuk membeli. Ketika order-order beli tersebut mulai masuk, maka itu akan mendorong harga naik ke atas lebih tinggi.

Setelah, harga mengalami breakout (menembus resistance dan bergerak ke atas). Orang-orang yang awalnya ketinggalan membeli bisa jadi menahan diri untuk melakukan pembelian karena harganya sudah melambung tinggi.

Misalnya, jika harga menembus angka 2000 yang merupakan area resistance dan kita ketinggalan untuk melakukan pembelian dan harga sekarang sudah naik hingga 3000, kita memutuskan untuk diam dulu. Ternyata suatu hari harga kembali mendekati area 2000, area dimana dulu kita mau membeli namun ketinggalan melakukan pembelian. Bisa jadi kita akan membeli lagi..

Itulah konsep support dan resistance!

Support Resistance tidak selalu dalam satu garis horizontal

Meskipun dalam contoh – contoh di atas support dan resistance yang Anda lihat berupa dalam garis lurus, Support Resistance dalam prakteknya tidak selalu dalam satu garis lurus horizontal.

Ada beberapa jenis support resistance, seperti:

Trendline

Anda bisa perhatikan garis hitam yang saya gambar. Itu disebut dengan trend line. Nah trend line ini juga bisa berperan seperti support yang menahan harga turun sehingga harga bisa naik lebih tinggi..

Akan tetapi saya tidak menyarankan menggunakan trend line sebagai acuan support resistance. Biasanya saya menggunakan trend line hanya untuk melihat apakah trend nya masih kuat. (kekuatan trend akan kita bahas di artikel yang lain ya)

Kalau dalam trend turun, trend line akan berbentuk seperti ini

Moving Average

Moving average adalah sebuah indikator yang menghitung rata-rata closing price dalam sebuah periode tertentu. Biasanya saya menggunakan moving average dengan periode 20. Mengapa 20? Karena periode 20 dikatakan bisa mengidentifikasi trend dengan kekuatan yang ideal, seperti di dalam buku Technical Analysis of Financial Market karangan Martin J. Pring

Contohnya:

Anda perhatikan ketika harga berhasil bergerak di atas garis biru (garis Moving Average 20) dan ketika harga berbalik turun mengenai MA20 maka harga langsung segera naik ke atas lagi.

Begitu juga di dalam trend turun:

Jadi, begitulah aplikasi menggunakan support resistance dalam melakukan analisa teknikal

Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya 😀

Let the profits be with you

Felix – Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *