Trading

The All-Weather Portfolio

Kalo Lo perhatiin, tahun 2017 – 2019 ini banyak banget yang ngomong soal “Market crash 2018”, “Market crash 2020” dsb.

Gimana perasaan Lo ketika Lo baca atau nonton konten seperti itu?

Takut? Depresi? Khawatir? Atau malah excited?


Di artikel ini, kita gamau “menebak” kapan market akan crash. Tapi yang kita mau lakukan adalah menyiapkan portfolio dalam menghadapi market crash.

Karena pada dasarnya kita ga bisa timing kapan tepatnya market akan crash. Gimana kalo selama ini kita ditakut – takuti market crash, ternyata market tidak crash? Malah rally lagi selama 10 tahun kedepan? 

Gimana kalau ternyata kita uda nyiapin duit cash buat belanja saham ketika jatoh, eh sahamnya malah naik 10x lipat dalam 10 tahun berikutnya? 

Serba salah kan? Mau masuk takut crash..Mau stay away takut ketinggalan. Lalu gimana nih?

Akhir – akhir ini lagi baca bukunya Ray Dalio yang judulnya Principles. Dan kita sangat rekomen untuk Lo baca buku ini juga.

Kalo Lo belom tahu soal Ray Dalio, Ray Dalio adalah pendiri dari Bridgewater (Hedge Fund terbesar di dunia). Ray Dalio memulai karirnya di Wall Street dan trading futures (contract).

Well, lebih lengkapnya Lo googling aja deh dan Lo beli bukunya aja di kindle.

Kemudian di buku tersebut, Ray Dalio juga menyinggung sedikit soal All-Weather Portfolio. Sesuai namanya, All-Weather Portfolio di design untuk bisa “tahan badai”. Ray Dalio mengatakan bahwa portfolio ini mampu bertahan meskipun harus menghadapi krisis.


By the way, mungkin artikel ini tidak akan semenarik artikel – artikel lainnya soal gimana cara profit ratusan juta atau sejenisnya. To be honest, artikel ini bukan dibuat untuk Lo yang ingin profit instan sih. So ini buat Lo yang emang ingin ngembangin portfolio dengan bener.

Karena penasaran, gue coba backtest hasilnya kalau di market Indonesia. Soalnya kan Ray Dalio menyusun All-Weather Portfolio di US. Bisa aja kan market di US berbeda dengan di Indonesia.

Jadi susunan portfolionya menurut Ray Dalio begini:

40% Long – term government bonds
30% Equity (Stocks)
15% Intermediate Bonds
7.5% Gold
7.5% Commodities (i.e Silver, Oil, etc.)

Supaya lebih simple, kita gabungin aja ya Gold dengan commodities jadi 15% dari portfolio.


Kita akan melakukan backtest dari tahun 2005 – 2019.

Nah, Long term bonds di Indonesia (maturity 20 tahun) kita bisa mendapatkan kupon (yield) hingga 12% ya kalau di 2005 atau 2006 ada kok bonds yang demikian. Googling deh seperti FR0037, FR0036 dan seri – seri sebelumnya. Do your homework juga ya..

Equity kita akan membeli saham BRI

Intermediate Bonds yang maturitynya pendek. Dibawah 5 tahun. Kita rata- ratain saja sekitar 7% yield/tahun ya.

Kemudian gold silahkan cek grafik XAUIDR 2005 – 2019.

Hasilnya lebih kurang demikian:

Source: Trading Academy ID (tradingacademy.id)

Kita mulai dengan total portfolio sekitar Rp 250.000.000 dan dari rentang waktu 2005 – 2019 (14 tahun) portfolio tersebut mampu bertumbuh hingga lebih kurang Rp 1,4 Miliar!

Oh ya, ini belum terhitung jumlah dividen yang didapat dari saham itu ya dan juga sama sekali tidak melakukan rebalancing tiap tahun. 

Apa itu rebalancing? Kita akan bahas di artikel berikutnya. Stay tune ya! Rebalancing itu penting banget loh karena ngefek ke portfolionya bisa signifikan banget.

Nah, coba Lo liat deh di 2009 ketika IHSG kita turun sekitar 60% lebih tapi portfolio kita hanya turun sekitar 8% (Lo bisa kan lihat porto -8%?? Masih tahan kan???)

Jadi kalo Lo mungkin sekarang punya duit lebih kurang Rp 250.000.000 Lo uda siap buat invest dan Lo bingung mau alokasi portfolionya gimana Lo bisa coba deh susunan Portfolio ini. 

Kekuatan dari All – Weather Portfolio ini adalah begitu minimnya drawdown. Kalo selama ini Lo ragu mau invest semuanya ke saham karena takut volatility yang tinggi dan lebih suka meminimalkan resiko sambil menjaga return tetap tinggi ya All Weather Portfolio ini pasti cocok banget buat Lo..


“Min, itu gue liat di tabelnya saham itu yang paling tinggi returnnya belum lagi ditambah dividen tiap tahun. Bukannya lebih bagus dimasukin semua ke saham?”

Well, memang secara overall saham paling bagus sih returnnya seperti di grafik ini:

Source: Trading Academy ID (tradingacademy.id)

Saham itu memang memberikan return tertinggi. Tapi ketika crash, saham jugalah yang jatohnya paling dalam! Sehingga kalau Lo narok semua duit Lo ke saham dan ternyata market crash, belum tentu Lo bakal kuat nahan long term. (let’s be honest, kita ga bisa timing kapan market akan crash kan? Sejarah membuktikan banyak yang bilang “tahun depan crash” dari duluuuuu hingga sekarang, itu lagu lama sodaraku..ga usah takut!)

Sejarah juga membuktikan banyak investor itu cabut ketika market crash. Yang cabut ketika market crash ya ga bisa menikmati market boom setelahnya. Nah dengan All Weather Portfolio ini, Lo bisa tetap stay in the market karena overall portfolio Lo dampaknya minimal!


Intinya gini..

Porto ini ditujukan untuk yang ingin mengembangkan portfolionya dengan aman sambil tetap bisa menikmati upside yang enak.

Kalau selama ini Lo sering ditakut – takuti konten – konten di youtube, instagram, dsb yang mengatakan bahwa 2020 market akan crash atau apalah itu, jangan takut..Lo bisa pake komposisi porto ini jadi Lo ga perlu takut – takut ga jelas. Masuk aja ke market.

So, We hope this article helpful for you!

Let us know what you think!

Let the Profits be with You
Trading Academy ID


PS: Next kita akan bahas soal portfolio rebalancing. Ini penting untuk menjaga portfolio tetap on track dan ga oleng kapten.. Stay tune ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *