Trading

Tips melakukan analisa teknikal

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Sebenarnya ada banyak cara dan aliran dalam melakukan analisa. Ada yang berpegangan pada sisi fundamental perusahaan, ada yang melihat teknikal dari saham tersebut.

Kedua jenis aliran analisa ini seringkali tidak sependapat, namun kita melihat bahwa sebenarnya kedua hal ini sangat amat bisa digabungkan supaya hasil investasi lebih manis.

Jadi kita bahas dari analisa teknikal terlebih dahulu. Analisa teknikal adalah analisa yang membaca grafik yang terdapat di dalam chart. Chart ini bisa Anda dapatkan dari situs-situs free seperti di investing.com ataupun tradingview.com

Chart-chart tersebut gratis bisa Anda akses dari pc ataupun laptop Anda.

Kemudian, Anda akan melihat chart berbentuk seperti ini.

source: tradingview.com

Gambar di atas adalah grafik saham PTBA. Jika Anda perhatikan bahwa grafik tersebut terdiri dari grafik berwarna hijau dan merah. Bagaimana sih cara membacanya?

Jadi di dalam grafik tersebut terdapat beberapa informasi seperti harga pembukaan, penutupan, harga tertinggi dan harga terendah. Grafik ini disebut grafik candlestick.

Jadi, ketika Anda melihat bahwa grafik tersebut berwarna hijau, maka itu artinya harga saham ditutup naik lebih tinggi dari harga pembukaannya. Begitu pula sebaliknya jika candle berwarna merah.

Sedangkan kalau terdapat ekor-ekor itu disebut dengan harga tertinggi dan harga terendah yang menunjukkan bahwa harga pernah naik setinggi ekor tertinggi tersebut dan pernah turun serendah ekor terendah tersebut. Ekor-ekor tersebut bisa disebut juga shadow atau tail.

Tapi pada kesempatan kali ini saya tidak meminta Anda untuk melakukan analisis candle by candle tapi dengan melihat grafik secara keseluruhan harga akan kemana.

Price moves in trend

Menurut Dow Theory, harga saham itu bergerak di dalam trend. Apa itu trend? Trend adalah kecenderungan harga untuk bergerak dalam satu arah tertentu. Terdapat 3 jenis trend

Uptrend

BBCA

source: tradingview.com

Ini adalah grafik saham yang bergerak di dalam trend naik (uptrend/bullish) Anda bisa perhatikan secara garis besar harga saham membentuk higher highs dan higher lows.

Ciri-ciri uptrend: terbentuk higher highs DAN higher lows

Downtrend

source: tradingview.com

Jenis trend yang kedua adalah downtrend (bearish) dimana kecenderungan harga adalah turun lebih rendah dan terbentuknya lower lows DAN lower highs.

Sideways

source: tradingview.com

Sideways adalah keadaan dimana tidak terjadi trend naik dan turun. Melainkan trend cenderung bergerak menyamping. Tidak ada higher high dan higher low yang jelas. Pada kondisi ini, market sedang di dalam fase yang “bimbang”. Jadi lebih baik tinggalkan saham ataupun komoditas yang chartnya sedang di dalam sideways.

Trend persists until definitive signal that it has ended

Menurut Dow Theory yang ke-6, trend akan terus melanjutkan arahnya dan baru akan berbalik ketika sudah ada tanda tanda perubahan arah trendnya.

Inti dari Dow Theory yang ke-6 ini adalah trend yang sudah terbentuk tidak akan mudah berubah sampai nanti terjadi pembalikan arah.

Dengan mengetahui tanda-tanda pembalikan arah ini, kita bisa membeli ketika harga BARU akan berubah menjadi trend bullish. Selama harga masih di dalam bearish trend, kalau bisa kita jangan menyentuh dan membeli saham itu karena kecenderungan harga untuk turun lebih tinggi daripada dia naik.

Harga yang turun ini suatu hari akan membentuk pola pembalikan arah seperti yang sudah kita ajarkan di The Battleplan. Setelah pola itu terbentuk, maka harga akan berbalik arah.

The Double Bottom

Salah satu pola yang memiliki akurasi lumayan tinggi adalah Double bottom. Pola ini sangat mudah untuk kita identifikasi dan sangat mudah untuk di tradingkan. Secara visual, pola ini mirip seperti huruf W. Contohnya seperti ini:

source: tradingview.com

source: tradingview.com

Jadi, ketika Anda melihat ada formasi seperti huruf W pada harga saham, forex ataupun komoditas, Anda bisa bersiap-siap untuk melakukan pembelian.

Double Bottom Guideline

Trading menggunakan double bottom sangat mudah dan double bottom merupakan pattern dasar yang hampir semua trader pasti paham. Trading menggunakan double bottom juga memiliki akurasi yang lumayan tinggi di angka 66-68%.

Itu artinya jika Anda hanya menggunakan satu pola ini untuk trading dan tidak pola yang lain, selama 100x trading maka 66-68x akan berakhir dengan profit. Masih ada pola lain yang lebih tinggi lagi tingkat akurasinya seperti yang kita sudah bahas di The Battleplan. Tentunya akan lebih enak kalau Anda tonton langsung dalam bentuk video bukan? Daripada dalam bentuk tulisan seperti ini.

Anda bisa langsung memesan The Battleplan Online Course dari sekarang ya.

Let the profits be with you

Trading Academy ID

One thought on “Tips melakukan analisa teknikal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *