Trading

Trading for Living

Pernah mendengar kata trading for living?

Apa benar kita bisa memenuhi kebutuhan hidup dari trading saham/forex? Bukannya trading itu seperti judi ya? Apa yang harus saya pelajari supaya bisa trading for living?

Mungkin Anda pernah nonton video youtube atau melihat lifestyle trader-trader yang berhasil meraup banyak sekali uang dari trading sampai dia bisa melakukan trading for living. Trading sambil liburan, di tepi pantai, sambil menikmati suasana santai dan trading dengan cuan yang cukup untuk liburan lagi sekali lagi..hahaha

Tahukah Anda, menjadi seorang trader sebenarnya itu gampang, tapi menjadi seorang trader yang cuan terus itu susah. Tidak ada satu orang pun trader yang bisa trading dan cuan terus. Semua trader pasti ada lossnya. Sama seperti petinju, sejago apapun pasti kena tonjok!

Is Trading for Living for Real?

Pertanyaan yang seharusnya ditanyakan sejak awal adalah, mungkinkan kita bisa melakukan trading for living? Mungkinkah memenuhi kebutuhan hidup dari trading?

Sekarang, kita hitung secara realistis deh..Return yang realistis diperoleh dari saham adalah berkisar 25-30% setahun. Itupun cara trading dengan strategi yang sangat aman.

Kemudian coba Anda hitung pengeluaran kebutuhan Anda setahun berapa? 100jt? 200jt? atau lebih? Katakanlah 100jt, maka setidaknya Anda perlu uang modal minimal Rp 400 jt. Kalau tidak ada, berarti jangan trading for living.

Bagaimana jika saya tidak punya?

Mungkinkah dengan uang yang kecil, katakanlah Rp 30jt, kita bisa melakukan trading for living?

Jawabannya simple, nonsense!

Katakanlah dengan pengeluaran hanya Rp 50 jt setahun (5 jt/bulan) pun sangat tidak mungkin dengan portfolio Rp 30jt saja.

Yang bisa Anda lakukan adalah bekerja sembari membangun portfolio Anda. Kerja atau bisnis, kemudian sisihkan sebagian untuk memenuhi amunisi trading Anda. Sembari menunggu portfolio menggunung, Anda sudah bisa sambil belajar.

Sungguh pola pikir yang sangat menyesatkan jika Anda langsung terjun dalam dunia trading dan investasi hanya karena melihat sudah ada yang berhasil melakukannya.

Mohon maaf jika artikel ini tidak seperti artikel indah yang menjual konsep trading for living kepada Anda. Karena saya sendiri melihat banyak orang yang datang dengan keyakinan yang salah akhirnya bukan trading for living, tapi malah menjadi korban di market.

Saya harap Anda tidak demikian. Market harus dilihat secara objektif.

Market tidak selamanya indah

Satu lagi alasan adalah market itu tidak selamanya indah!

Ingat konsep siklus? Hidup kita ada siklusnya juga, tanaman ada siklusnya, begitu juga market. Ada kalanya market sama sekali tidak bisa menghasilkan keuntungan buat kita. Ada saatnya dengan metode yang kita gunakan, tidak bisa untung. Itu yang disebut dengan the losing period. Semua trader PASTI mengalami masa seperti itu.

Bohong banget kalau seorang trader yang mengatakan bisa menghasilkan keuntungan konsisten setiap bulannya. Karena tidak setiap bulan itu akan menguntungkan baik itu saham maupun di forex sekalipun!

Ketika ada masa-masa sulit seperti itu, bagaimana mungkin kita bisa melakukan trading for living dan profit? Nonsense!

Dalam melakukan trading for living sekalipun, Anda sudah melanggar satu prinsip investasi.

“Don’t put all your eggs in one basket”

Kita juga harus punya sumber penghasilan lain dong..

Akan ada saatnya Anda….

Akan ada saatnya ketika Anda sudah rajin belajar, latihan, tidak menyerah dan terus mencoba, Anda akan berhasil. Bahkan penghasilan dari trading Anda bisa – bisa malah lebih besar dari gaji Anda di kantor..hahahah..

Tapi, itu bukan berarti Anda harus keluar dari pekerjaan Anda loh ya!

You still can be a great trader without resigning!

Atau mungkin banting stir dari bisnis Anda…

Anda bisa bayangkan Anda adalah seorang pebisnis kaya raya..Hanya karena Anda menemukan peluang bisnis baru bukan berarti bisnis lama Anda ditinggal kan?? Kira – kira begitulah logikanya..

Akan ada saatnya Anda berpikir Anda sangat jago karena mengalami keuntungan beruntun tapi sebenarnya itu adalah masa dimana Anda sedang beruntung.

Menjadi seorang trader memang sangat memungkinkan Anda untuk mendapatkan penghasilan yang besar. Tapi itu bukan berarti Anda akan untung selamanya.

Anda juga harus mempersiapkan diri ketika market sedang tidak bersahabat. Bahkan, saya pernah puasa trading selama sebulan karena tidak adanya peluang untuk trading. Jika sudah begitu, mutlak Anda membutuhkan penghasilan dari sumber lain.

Intinya, menjadi seorang trader itu bukan hanya soal skill, tapi mental dan psikologis juga. Hal-hal ini bisa dilatih dengan pelan-pelan.

Hal ini saya bahas di artikel awal supaya teman-teman memiliki ekspektasi yang realistis terhadap trading dan tidak terjun menjadi gambling. Untuk mengasah skill trading Anda, bisa ikuti terus artikel dan video edukasi yang akan kita bikin terus.. So stay tune yah! There will be a lot of surprises for all of you!

Let the profits be with you

Felix – Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *