Trading

Trading saham itu halal..benarkah?

Mungkin Anda pernah dengar begini…

“trading saham itu haram”

“trading saham itu judi”

“trading saham itu bikin rugi”

Entah dari keluarga Anda, teman Anda atau rekan kerja Anda.

Akan tetapi Anda kemudian berpikir, “tapi ada tuh orang yang sukses luar biasa dari saham.”

Katakan misalnya Warren Buffett, George Soros, Ray Dalio. Atau misalnya dari dalam negeri nama-nama seperti Hary Tanoesoedibjo, Sandiaga Uno, Keluarga Hartono, Keluarga Riady semua kaya dan semakin kaya dari saham.

Anda ingin belajar terjun ke dunia saham tapi ada satu keganjalan dalam hati Anda. Mungkin benar kata teman Anda? Mungkin saham itu haram?

Fatwa MUI tentang Saham

Tahukah Anda bahwa Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 80, tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Regular Bursa Efek telah disahkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI pada tanggal 8 Maret 2011 .

Dengan adanya fatwa dari MUI ini maka status saham sebagai instrumen investasi yang halal sudah terjamin. (Ini MUI yang ngesahin loh, bukan saya..Anda bisa browsing-browsing juga soal fatwa MUI di google).

Oke..sekarang saham sudah halal nih..Bagaimana dengan asumsi saham itu judi?

Saham itu judi

Tidak bisa dipungkiri bahwa para pelaku yang terjun ke bursa saham, melakukan trading saham itu juga ada yang sifatnya berjudi. Apa maksudnya?

Maksudnya adalah orang ini beli saham tanpa pernah tahu saham apa yang dia beli. Pokoknya naik, dibeli. Terus yang dibeli adalah saham-saham yang tidak jelas dan rentan “digoreng”. Mereka tidak paham mekanismenya dengan benar.

Sebenarnya disebut judi karena kemungkinan kita untung menghasilkan uang lebih kecil daripada kehilangan uang.

Nah..itu sudah bicara tentang risiko.

Begini kata eyang Buffett tentang resiko.

Warren Buffett mengatakan bahwa risiko itu ada karena kita tidak tahu apa yang kita lakukan. Sama kayak Anda tiba-tiba disuruh balap F1, sudah pasti risiko kecelakaannya lebih besar dibanding pembalap yang sudah terbiasa.

Saham juga sama seperti itu.

Kebanyakan orang melihat orang lain untung, rasanya ingin untung juga. Ga salah sih, tapi Anda perlu tanya juga sama temen Anda sudah trading berapa lama? Kalau baru sebentar, bisa saja itu beginners luck. Kalau sudah lama, ya itu bisa untung karena proses.

Tidak bisa dipungkiri, adaaaaaaa saja orang yang berjudi di market. Seperti trading yang mengejar hanya untuk 2% sehari, mereka overtrade sehingga emosi menguasai hati mereka dan efeknya mereka tidak dapat menerapkan analisa dengan baik dan akhirnya mengalami loss dalem.

Ketika meraka mengalami loss dalam, mereka akan setor uang lebih banyak lagi agar bisa menutupi kerugian. Setelah itu mereka akan trading lebih besar agar kerugian bisa segera tercover.

Akhirnya mereka rugi lagi lebih dalam dan setelah rugi lebih dalem TANPA BELAJAR TERLEBIH DAHULU mereka merasa bahwa saham itu adalah judi.

Membeli saham adalah seperti membeli perusahaan

Mindset seperti itulah yang seharusnya menjadi fondasi cara kita berpikir ketika membeli sebuah saham. Membeli saham adalah membeli sebuah perusahaan, Untuk menjadi seorang pemilik perusahaan tentu dong Anda harus tahu perusahaan Anda dagang apa? Siapa kompetitornya? Modalnya kuat nggak? dsb…

Nah meskipun Anda seorang trader, Anda juga perlu paham hal-hal seperti itu agar tidak terjebak membeli perusahaan yang hanya naik saja tanpa alasan yang jelas.

Faktor yang harus diperhatikan

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan agar dapat melakukan trading dan investasi di saham dengan hati tenang. Hal yang perlu Anda lihat adalah:

Makroekonomi

Dengan memahami makroekonomi Anda bisa tahu kemana arah angin ekonomi akan bertiup. Contoh, misalnya pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur. Hal ini nantinya akan berimbas kepada daerah-daerah yang terhubung.

Di daerah-daerah yang terhubung ini perdagangan akan mulai ramai. Perdagangan dari sektor UMKM bisa lebih digenjot. Hal ini akan mendukung segala pihak yang berhubungan dengan UMKM. Seperti misalnya kepada bank pengucur kredit kepada UMKM seperti BRI.

Sektor

Setelah Anda tahu kemana arah angin bertiup, Anda perlu mengetahui sektor-sektor apa saja yang akan berususan dengan kebijakan tersebut. Misalnya dalam kasus di atas, Anda bisa melirik sektor perbankan (sebagai pengucur kredit), sektor infrastruktur (sebagai pembangun), sektor industri (seperti perusahaan semen)

Pilih Perusahaanya.

Misalnya dalam contoh di atas Anda sudah tahu bahwa sektor sektor yang akan terkena dampak adalah seperti di atas. Sekarang, perusahaan dari sektor perbankan kan banyak, begitu pula infrastruktur dan juga semen.

Mau pilih yang mana?

Biasanya saya akan memilih saham-saham pada sektor tersebut dengan kapitalisasi pasar yang besar.

contoh pada saham perbankan adalah BBRI, BBCA, BBNI, BMRI yang memiliki kapitalisasi besar. Sekarang mau kita pilih yang mana di antara keempat ini?

Pada saham perbankan biasanya saya akan melihat rasio PBV nya dulu.

Rasio PBV sederhananya adalah kita ingin tahu apakah harga yang di pasar sekarang kemahalan atau kemurahan terhadap nilai bukunya. Nilai buku intinya adalah jumlah aset bersih perusahaan. Jika harga pasar/nilai buku nya berada di angka 1 maka harga yang kita bayarkan itu sebanding dengan nilai bukunya.

Rasio PBV banking saya akan mencari yang dibawah 2.

Diantara kesemua nya, rasio PBV paling rendah jatuh di BBRI dengan PBV sebesar 0,47.

Selain itu, saya juga melihat Market Capitalization dari BBRI ini berada di urutan ke dua setelah BBCA dalam sektor perbankan. Maka bisa saya simpulkan saham BBRI ini layak untuk diperhatikan.

Nah, jadi Anda bisa membeli saham BBRI ini untuk dijadikan investasi Anda. Bisnisnya jelas dan aman, perusahaan yang sudah mapan dan kaya.

Jadi begitulah kita melakukan analisa untuk memilih saham mana yang bisa kita beli. Semoga dengan membaca artikel ini Anda jadi paham bahwa saham adalah investasi yang halal dan baik serta pelajari caranya maka niscaya keuntungan akan datang.

Let the profits be with you!

Trading Academy ID

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *